played by :- virgory alexandro
- aletta brooklyn
- katie canadish
- nada liverra
- lord demy
Sabtu sore, mentari mulai bersembunyi dibalik awan barat. Hingga mulai terlihat remang. Dibawah sebuah pohon sepasang anak manusia duduk santai terpesona indahnya “sunset”. Terutama anak laki-laki itu, ia dengan seksama memperhatikan kilauan cahaya demi cahaya layaknya seorang seniman. Sementara sang gadis terlihat agak bosan dengan keaadaan seperti itu. Aletta menghembuskan nafas panjang, hendak memecah kesunyian, hal itu cukup menarik perhatian virgory kekasihnya. Virgory tersenyum dan mengelus-elus rambut Aletta yang halus.
“ mau pulang say?”
“nggak kok, terusin aja.” Kata Aletta
Namun melihat kebosanan pada wajah Aletta, Virgory memberi kebijaksanaan untuk segera pulang.
” ya udah, kayaknya udah mulai gelap nih. Pulang aja yuk.” ajak Virgory
Aletta menurut saja, dan menggandeng tangan Virgory. Walaupun sebenarnya mereka masih ingin berduaan karena malam minggu dan hari minggu mereka sudah sepakat tidak akan ngedate, untuk persiapan ulangan hari senin. Walaupun begitu, untuk mengurangi rasa rindu Virgory selalu menyempatkan waktunya untuk menelpon Aletta walau Cuma sekedar menanyakan kabar dan sedang apa.
Senin pagi, Aletta berangkat lebih awal dari biasanya. Di kelasnya masih terlihat sepi hanya beberapa anak yang sedang piket hari itu. Tiba-tiba dari suatu sudut, ada seseorang memanggil-manggil namanya. Dia segera menoleh, ternyata Nada teman sebangkunya.
”ada apa sih, nad?”
”ya duduk sini dunk sayangku, strategis banget nih buat ulangan.” kata nada
”nggak ah, percuma dunk aku udah belajar dua hari, kalau akhirnya nyontek juga.”
Kata Aletta sambil menuju bangku di depan
” tapi..tapi let.....oke oke dehh...!” kata Nada sambil mengikuti Aletta
Jam menunjukkan pukul tujuh lebih, namun Virgory belum kelihatan batang hidungnya. Hal itu cukup membuat Aletta gelisah. Ia selalu menoleh ke belakang dan ke depan ke beranda dan sebagainya.
” Let, lo kenapa sih?”
”Virgo, kok belum berangkat sih. Padahal bentar lagi kan ulangan mau dimulai.” kata Aletta cemas
”tenang aja, dia tuh justru udah berangkat dari tadi pagi, tadi kebetulan aku liat dia lagi diruang OSIS”
”lagi ngapain?”
”gak tau, kelihatannya sibuk banget. Mau ada meeting kali.”
”ohh gitu, mungkin aja”
Hingga menit demi menit berlalu, Virgory belum juga muncul. Aletta menjadi kurang konsentrasi. ” lagi ngapain sih virgo, jangan-jangan dia bolos.” gumam Aletta dalam hati. Waktu mengerjakan tinggal 30 menit. Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar. Mengundang perhatian seisi ruangan.
(tok......tok....tok.....tok....)
”maaf pak, terlambat. Saya baru dari.....”
” Gak papa, langsung duduk saja. Ini kerjakan cepat, waktunya tinggal 30 menit lagi.”
” baik pak, terima kasih.”
Tigapuluh menit berlalu, mau mengerjakan pun selesai. Namun Virgo juga tampak bersinar-sinar, tak merasa takut sedikitpun. Mungkin karena dia sudah belajar dengan baik selama dua hari kemarin.
Sepulang sekolah, seperti biasa Virgory selalu pulang bersama Aletta. Namun sebelum itu Virgory harus memimpin rapat OSIS terlebih dahulu. Sementara itu Aletta berjalan-jalan disekitar ruang OSIS. Dan ia mencoba memeasuki ruang kesenian. Ia melihat Bella sedang memandangan sebuah lukisan. Ia menjadi tertarik untuk melihatnya. Betapa tercengangnya dia, melihat lukisan seperti keadaan waktu dia di pantai sabtu kemarin.
”bel, lukisan siapa tuh?”
”eh letta, ini kan lukisan virgo keren banget yah. Padahal Cuma tadi pagi dia ngelukis tapi sekarang udah selesai sebagus ini. Beruntung banget kamu let, punya cowok kayak virgo. Romantis banget”
Aletta hanya tersenyum lebar dan berbisik dalam hati, ” nggak nyangka, kamu bisa ngelukis seindah ini vir”
Selesai rapat seperti biasanya mereka pergi hangout hingga sore atau petang untuk merefreshkan pikirannya. Mereka juga tidak pernah keluar malam-malam, yang mereka gunakan untuk belajar atau sekedar ber-sms-an. Sehingga hubungan mereka juga mendapat persetujuan dari kedua orangtuanya. Kali ini mereka pergi ke floweyhill, sebuah taman yang juga tidak jauh dari ringbeach, pantai yang menyerupai lingkaran indah sekali tempat mereka bersantai. Mereka berjalan-jalan dan saling bergandengan tangan. Sesekali berkejar-kejaran seperti kupu-kupu yang bermain dalam bunga-bungaan.
”vir, sejak kapan kamu suka melukis?”
”oh kamu udah liat lukisanku ya say?”
”iah, bagus banget.”
”aduh, jadi gak spesial lagi deh.”
”gak papa kok, aku seneng banget aku bener-bener gak nyangka. Aku pikir kemarin kamu Cuma ngelamun aja.”
” iya, aku ngelamunin kamu say.” kata Virgory sambil mencium kening Aletta
Aletta hanya menunduk malu ketika Virgory mulai merayu. Begitu juga seterusnya, mereka selalu bercanda-canda bersuka ria, bermesra-mesra, dan saling mendukung satu sama lain. Ibarat telah terikat rantai tembaga yang sulit sekali dipisahkan.
Malam hari, ketika Aletta sedang tiduran dikamarnya sambil tersenyum-senyum sendiri membawa sebuah cermin kecil. Tidak sengaja mama dan adiknya, memasuki kamar Aletta mereka jadi bingung sendiri bertatapan satu sama lain.
” reanna, kakakmu kenapa tuh?” kata mama
”gak tau mam, kesurupan kali.”
”hushhh....jangan ngawur, hmmmm....iya mama tahu.” kata mama sambil mengingat-ingat kejadian tadi sore
”Ya udah mam, kita tinggalin aja daripada nanti kakak ngamuk kalaukita ketahuan memergoki dia lagi gila.”
Mama mengangguk-anggukkan kepalanya isyarat menyetujui maksud reanna.
................................................................................................................................
Bulan demi bulan telah berlalu, hubungan virgory dan Aletta masih tetap sama. Begitu akrab begitu mesra. Hingga membuat beberapa orang menjadi iri untuk memisahkan mereka berdua. Terutama para gadis-gadis yang ngefans banget sama virgory. Namun semuanya gagal, karena virgory sama sekali tidak memberikan respon apapun kepada mereka, ia tampak telah teramat sangat mencintai Aletta, begitu juga sebaliknya.
Breaktime, Aletta sedang menikmati makan-makan bersama Nada di kantin sekolah. Tiba-tiba saja Beny duduk disamping Aletta.
” buk, nasi rames satu sama es jeruk.” Pesan Beny pada pelayan
Aletta dan Nada menjadi bingung dan tampak menghentikan makan-makannya.
“loh kok berhenti terusin aja kali.” kata Beny sekali lagi sambil tersenyum
”tumben nggak makan baso ben, lagi diet yah?” tanya Aletta
”ben, body kamu tuh udah bagus, ngapain juga diet. Percuma dunk udah fitness tiap hari. Kalau otot-ototnya didietin lagi.” tambah Nada
Beny hanya tersenyum kecil
”tumben, gak bareng sama virgo?” tanya Beny
” gak lah, Virgo kan lagi nyiapin acara classmeeting.”
”oh gitu yah. Denger-denger katanya bakalan ada fashion sama band-competition juga ya. Ntar katanya tampilan band di iringi oleh model seperti video klip gitu?”
”masa sih, virgo belum bilang apa-apa tuh sama aku?”.
”iyalah let, kan rapatnya baru aja selesai. Lagian juga masih lama kan Cuma lagi planning” tambah Nada
”iya, maksud aku ntar kalau misalnya emang kayak gitu kamu mau gak jadi model klip kita. Virgo pasti bakalan seneng banget bisa masukin kamu jadi modelnya.”
”gak ah, aku kan gak ada bakat jadi model, ntar malu-maluin lagi.”
Beny tersenyum lebar, ”aku jamin deh gak mungkin malu-maluin.”
” cie cie.......” tambah nada lagi
Akhirnya meneruskan makan-makan mereka. Hingga selesai
Keesokkan harinya, ketika sedang pelajaran mengarang bebas bahasa indonesia. Seseorang guru BK mengabarkan kepada mereka bahwa mereka akan mendapatkan teman baru yang berasal dari Amerika. Kelas menjadi sangat gaduh, setiap siswa berebut pertanyaan tentang identitas siswa baru itu. Guru BK hanya memberikan kelu dia seorang gadis. Kelas menjado gaduh kembali. Semua bersorak-sorak karena kedatangan seorang bule, mereka sudah tidak sabar ingin melihatnya. Pak guru pun hanya tersenyum. Kemudian guru BK menyuruh siswa baru itu untuk memasuki ruangan.
” waw....cantiknya,” kata beberapa anak laki-laki
Beberapa anak lagi masih tercengang dan selalu bertanya-tanya.
Hingga membuat gadis itu menjadi bingung
”tanyanya satu satu anak-anak.!” perintah pak guru
”baik pak guru.....” jawab mereka serempak
”what’s your name?”
“Katie… Katie Canadish, temen-temen jangan pake bahasa inggris yah. Soalnya aku nggak lancar.” jawab Katie
Seisi ruangan langsung tercengang mendengar ucapan Katie dan semua tertawa geli.
“ kirain bule.” Kata salah seorang murid
“bulepotan kali…..” yang lain menyambung dengan terus tertawa-tawa
Hingga membuat Katie menjadi menunduk malu dan sedih. Aletta berdiri dan maju ke depan. Dan menepuk punggung Katie.
” Katie tuh blasteran udah kelamaan tinggal disini, jadi wajar aja kan.”
Katie menjadi riang kembali dan semangat. ” iya bener, papaku orang canada, tapi selama ini aku tinggal di Indonesia. Giliran mau pindah kesana, aku gak paham pelajaran disana. Terus aku kesini deh. ” jawab Katie dengan begitu polos
Sekali lagi terdengar tawa dari seisi ruangan.
”sudah sudah, kita lanjutkan pelajaran lagi. Aletta dan Katie silahkan duduk.”
Kemudian mereka duduk. Tepat di belakang Aletta, katie duduk. Dan melanjutkan pelajaran.
(bersambung)
No comments:
Post a Comment