Thursday, 24 December 2009

heart says

Now,
i doubt with everything
i feel blank
i have no idea
cause,
as long my journey
i always find mistery
whole time is so sorry
how,
to make i understand
to make you understand
aint easy to explain
what happen between us
i want anything
but i already do nothing
you want me on time
but you always late like taking a game
i asking
you reply but i didn't listening
you dealing
i do but you didn't keeping
what's on my mind
just look like an ilusions
opposite and differents
what can i do?
To make my dream come true
or its always just an imagines
through the strong bridge
i pray to God
tell me the right way
cause,
i am dizzy
i am confused
i lost my basic
i didn't see a beautiful in life
show me, show me, show me

Wednesday, 23 December 2009

malam ini

bintang tak kunjung datang
bulan hanya mengintip dibalik awan yang kelam
ku terdiam menatap langit yang begitu sunyi
tiba-tiba peluhku menetes tak tertahankan
teringat dia
senyumnya dan wajahnya
dia jauh dari mataku
alam bergema seakan menaruh rasa ingin tahu
tetapi aku hanya berpaling
ku tak ingin dunia tahu apa yang sedang kurasa
sekali lagi deruan angin menyapa seakan penuh tanya
namun aku tetap sembunyikan peluhku yang masih terus mengucur. . .
Hatiku berbisik
janganlah lihat lagi
janganlah bertanya lagi
karena ku tak mau dia merasakan hal ini
biarkan saja malam ini berselimut kabut

Thursday, 17 December 2009

virgory, if i let you go

day by day
all gonna away
i think that i can't
lost you from my mind
but i know what you mean
since she come our life
so amazing and interesting
and my heart says
i must ask to you
how about if i let you go?
what will you tell me
even i know
hurt after the story
and my feeling can't fade away
and once again,
my heart says
that i must ask to you
how about if i let you go?
what will you tell me
all wish for you just get happy in life
whoever you with,
virgory

IF I LET YOU GO

played by :- virgory alexandro
- aletta brooklyn
- katie canadish
- nada liverra
- lord demy

Sabtu sore, mentari mulai bersembunyi dibalik awan barat. Hingga mulai terlihat remang. Dibawah sebuah pohon sepasang anak manusia duduk santai terpesona indahnya “sunset”. Terutama anak laki-laki itu, ia dengan seksama memperhatikan kilauan cahaya demi cahaya layaknya seorang seniman. Sementara sang gadis terlihat agak bosan dengan keaadaan seperti itu. Aletta menghembuskan nafas panjang, hendak memecah kesunyian, hal itu cukup menarik perhatian virgory kekasihnya. Virgory tersenyum dan mengelus-elus rambut Aletta yang halus.
“ mau pulang say?”
“nggak kok, terusin aja.” Kata Aletta
Namun melihat kebosanan pada wajah Aletta, Virgory memberi kebijaksanaan untuk segera pulang.
” ya udah, kayaknya udah mulai gelap nih. Pulang aja yuk.” ajak Virgory
Aletta menurut saja, dan menggandeng tangan Virgory. Walaupun sebenarnya mereka masih ingin berduaan karena malam minggu dan hari minggu mereka sudah sepakat tidak akan ngedate, untuk persiapan ulangan hari senin. Walaupun begitu, untuk mengurangi rasa rindu Virgory selalu menyempatkan waktunya untuk menelpon Aletta walau Cuma sekedar menanyakan kabar dan sedang apa.
Senin pagi, Aletta berangkat lebih awal dari biasanya. Di kelasnya masih terlihat sepi hanya beberapa anak yang sedang piket hari itu. Tiba-tiba dari suatu sudut, ada seseorang memanggil-manggil namanya. Dia segera menoleh, ternyata Nada teman sebangkunya.
”ada apa sih, nad?”
”ya duduk sini dunk sayangku, strategis banget nih buat ulangan.” kata nada
”nggak ah, percuma dunk aku udah belajar dua hari, kalau akhirnya nyontek juga.”
Kata Aletta sambil menuju bangku di depan
” tapi..tapi let.....oke oke dehh...!” kata Nada sambil mengikuti Aletta
Jam menunjukkan pukul tujuh lebih, namun Virgory belum kelihatan batang hidungnya. Hal itu cukup membuat Aletta gelisah. Ia selalu menoleh ke belakang dan ke depan ke beranda dan sebagainya.
” Let, lo kenapa sih?”
”Virgo, kok belum berangkat sih. Padahal bentar lagi kan ulangan mau dimulai.” kata Aletta cemas
”tenang aja, dia tuh justru udah berangkat dari tadi pagi, tadi kebetulan aku liat dia lagi diruang OSIS”
”lagi ngapain?”
”gak tau, kelihatannya sibuk banget. Mau ada meeting kali.”
”ohh gitu, mungkin aja”
Hingga menit demi menit berlalu, Virgory belum juga muncul. Aletta menjadi kurang konsentrasi. ” lagi ngapain sih virgo, jangan-jangan dia bolos.” gumam Aletta dalam hati. Waktu mengerjakan tinggal 30 menit. Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar. Mengundang perhatian seisi ruangan.
(tok......tok....tok.....tok....)
”maaf pak, terlambat. Saya baru dari.....”
” Gak papa, langsung duduk saja. Ini kerjakan cepat, waktunya tinggal 30 menit lagi.”
” baik pak, terima kasih.”
Tigapuluh menit berlalu, mau mengerjakan pun selesai. Namun Virgo juga tampak bersinar-sinar, tak merasa takut sedikitpun. Mungkin karena dia sudah belajar dengan baik selama dua hari kemarin.
Sepulang sekolah, seperti biasa Virgory selalu pulang bersama Aletta. Namun sebelum itu Virgory harus memimpin rapat OSIS terlebih dahulu. Sementara itu Aletta berjalan-jalan disekitar ruang OSIS. Dan ia mencoba memeasuki ruang kesenian. Ia melihat Bella sedang memandangan sebuah lukisan. Ia menjadi tertarik untuk melihatnya. Betapa tercengangnya dia, melihat lukisan seperti keadaan waktu dia di pantai sabtu kemarin.
”bel, lukisan siapa tuh?”
”eh letta, ini kan lukisan virgo keren banget yah. Padahal Cuma tadi pagi dia ngelukis tapi sekarang udah selesai sebagus ini. Beruntung banget kamu let, punya cowok kayak virgo. Romantis banget”
Aletta hanya tersenyum lebar dan berbisik dalam hati, ” nggak nyangka, kamu bisa ngelukis seindah ini vir”
Selesai rapat seperti biasanya mereka pergi hangout hingga sore atau petang untuk merefreshkan pikirannya. Mereka juga tidak pernah keluar malam-malam, yang mereka gunakan untuk belajar atau sekedar ber-sms-an. Sehingga hubungan mereka juga mendapat persetujuan dari kedua orangtuanya. Kali ini mereka pergi ke floweyhill, sebuah taman yang juga tidak jauh dari ringbeach, pantai yang menyerupai lingkaran indah sekali tempat mereka bersantai. Mereka berjalan-jalan dan saling bergandengan tangan. Sesekali berkejar-kejaran seperti kupu-kupu yang bermain dalam bunga-bungaan.
”vir, sejak kapan kamu suka melukis?”
”oh kamu udah liat lukisanku ya say?”
”iah, bagus banget.”
”aduh, jadi gak spesial lagi deh.”
”gak papa kok, aku seneng banget aku bener-bener gak nyangka. Aku pikir kemarin kamu Cuma ngelamun aja.”
” iya, aku ngelamunin kamu say.” kata Virgory sambil mencium kening Aletta
Aletta hanya menunduk malu ketika Virgory mulai merayu. Begitu juga seterusnya, mereka selalu bercanda-canda bersuka ria, bermesra-mesra, dan saling mendukung satu sama lain. Ibarat telah terikat rantai tembaga yang sulit sekali dipisahkan.
Malam hari, ketika Aletta sedang tiduran dikamarnya sambil tersenyum-senyum sendiri membawa sebuah cermin kecil. Tidak sengaja mama dan adiknya, memasuki kamar Aletta mereka jadi bingung sendiri bertatapan satu sama lain.
” reanna, kakakmu kenapa tuh?” kata mama
”gak tau mam, kesurupan kali.”
”hushhh....jangan ngawur, hmmmm....iya mama tahu.” kata mama sambil mengingat-ingat kejadian tadi sore
”Ya udah mam, kita tinggalin aja daripada nanti kakak ngamuk kalaukita ketahuan memergoki dia lagi gila.”
Mama mengangguk-anggukkan kepalanya isyarat menyetujui maksud reanna.


................................................................................................................................

Bulan demi bulan telah berlalu, hubungan virgory dan Aletta masih tetap sama. Begitu akrab begitu mesra. Hingga membuat beberapa orang menjadi iri untuk memisahkan mereka berdua. Terutama para gadis-gadis yang ngefans banget sama virgory. Namun semuanya gagal, karena virgory sama sekali tidak memberikan respon apapun kepada mereka, ia tampak telah teramat sangat mencintai Aletta, begitu juga sebaliknya.
Breaktime, Aletta sedang menikmati makan-makan bersama Nada di kantin sekolah. Tiba-tiba saja Beny duduk disamping Aletta.
” buk, nasi rames satu sama es jeruk.” Pesan Beny pada pelayan
Aletta dan Nada menjadi bingung dan tampak menghentikan makan-makannya.
“loh kok berhenti terusin aja kali.” kata Beny sekali lagi sambil tersenyum
”tumben nggak makan baso ben, lagi diet yah?” tanya Aletta
”ben, body kamu tuh udah bagus, ngapain juga diet. Percuma dunk udah fitness tiap hari. Kalau otot-ototnya didietin lagi.” tambah Nada
Beny hanya tersenyum kecil
”tumben, gak bareng sama virgo?” tanya Beny
” gak lah, Virgo kan lagi nyiapin acara classmeeting.”
”oh gitu yah. Denger-denger katanya bakalan ada fashion sama band-competition juga ya. Ntar katanya tampilan band di iringi oleh model seperti video klip gitu?”
”masa sih, virgo belum bilang apa-apa tuh sama aku?”.
”iyalah let, kan rapatnya baru aja selesai. Lagian juga masih lama kan Cuma lagi planning” tambah Nada
”iya, maksud aku ntar kalau misalnya emang kayak gitu kamu mau gak jadi model klip kita. Virgo pasti bakalan seneng banget bisa masukin kamu jadi modelnya.”
”gak ah, aku kan gak ada bakat jadi model, ntar malu-maluin lagi.”
Beny tersenyum lebar, ”aku jamin deh gak mungkin malu-maluin.”
” cie cie.......” tambah nada lagi
Akhirnya meneruskan makan-makan mereka. Hingga selesai

Keesokkan harinya, ketika sedang pelajaran mengarang bebas bahasa indonesia. Seseorang guru BK mengabarkan kepada mereka bahwa mereka akan mendapatkan teman baru yang berasal dari Amerika. Kelas menjadi sangat gaduh, setiap siswa berebut pertanyaan tentang identitas siswa baru itu. Guru BK hanya memberikan kelu dia seorang gadis. Kelas menjado gaduh kembali. Semua bersorak-sorak karena kedatangan seorang bule, mereka sudah tidak sabar ingin melihatnya. Pak guru pun hanya tersenyum. Kemudian guru BK menyuruh siswa baru itu untuk memasuki ruangan.
” waw....cantiknya,” kata beberapa anak laki-laki
Beberapa anak lagi masih tercengang dan selalu bertanya-tanya.
Hingga membuat gadis itu menjadi bingung
”tanyanya satu satu anak-anak.!” perintah pak guru
”baik pak guru.....” jawab mereka serempak
”what’s your name?”
“Katie… Katie Canadish, temen-temen jangan pake bahasa inggris yah. Soalnya aku nggak lancar.” jawab Katie
Seisi ruangan langsung tercengang mendengar ucapan Katie dan semua tertawa geli.
“ kirain bule.” Kata salah seorang murid
“bulepotan kali…..” yang lain menyambung dengan terus tertawa-tawa
Hingga membuat Katie menjadi menunduk malu dan sedih. Aletta berdiri dan maju ke depan. Dan menepuk punggung Katie.
” Katie tuh blasteran udah kelamaan tinggal disini, jadi wajar aja kan.”
Katie menjadi riang kembali dan semangat. ” iya bener, papaku orang canada, tapi selama ini aku tinggal di Indonesia. Giliran mau pindah kesana, aku gak paham pelajaran disana. Terus aku kesini deh. ” jawab Katie dengan begitu polos
Sekali lagi terdengar tawa dari seisi ruangan.
”sudah sudah, kita lanjutkan pelajaran lagi. Aletta dan Katie silahkan duduk.”
Kemudian mereka duduk. Tepat di belakang Aletta, katie duduk. Dan melanjutkan pelajaran.




(bersambung)








Saturday, 12 December 2009

Ketika bumi marah

by arynsa 23-11-2006

Ketika langit tak mampu menahan dirinya
Ketika planet-planet bosan pada tempatnya
Ketika bumi marah, bergoncang-goncang
Gunung mengeluarkan lavanya
Lautan menumpahkan airnya
Saat itu,
Semua menjadi tak berdaya
Semuanya menjadi tak bermakna
Menahan segala gelombang bencana
Yang timbul di dunia
Namun mengapa
Tak ada yang peduli
Sebelum hal itu terjadi
tak ada yang menghiraukannya
hanya kaum-kaum yang bertakwalah yang mengerti
saat itu,
segala jeritan dan tangisan tak berguna
segala asa telah terlerai
pintu pengampunan telah tiada
tapi hanya penyesalan yang dalam
tetapi mengapa
masih tak ada yang peduli, mengapa?

Perpisahan

by arynsa 22-11-2006

Diam, diam seribu bahsa
Sejak kau pergi
Tak pernah terdengar lagi suara kedamaian
Yang biasa kau lantunkan
Karena,
Sejak pertama mengenalmu
Kau tebarkan magligai cinta yang membara
Hingga terbentuk roman antara kita
Tetapi,
Dugaanku salah
Kini aku ragu dengan segalanya
Namun aku mengerti, tak selamanya mimi menjadi kenyaatan
Pertemuan pasti ada perpisahan

Penyesalan

by arynsa 22-11-2006

Gemericik hujan
Terus membasahi kaca
Uapnya mengembun ke dalam
Hingga terasa dingin dan basah
Namun kutetap memandang
Suasana hati yang kacau
Tampak rasanya ingin ingin ku berkhayal
Namun yang timbul hanya tetesan air mata
Jawaban satu kata darinya
Buatku lepilu dan merasa lesu
Mengurai suatu penyesalan
Yang dalam sungguh dalam
Hingga malam sunyi sepi
Tak satupun bintang menampakkan perangainya
Semua hilang gerimispun tiada
Aku terperanjat dalam kesedihan
Apakah aku salah dengan sifatku
Dan aku ingin jauh dari segala yang ada
Pergi tanpa arah
Karena tak satupun peduli
Dan membuatku sendirian
Benarkah ini nyata?
Asaku hilang di terpanya
Dalam isak tangisku
Ku tetap merasa
Masih banyak ceritera yang belum ku ukir di dalam hidupku

Diriku, dirimu

by arynsa 08-12-2007

Ku ukir sebuah puisi
Untuk menyampaikan salam cinta
Dari lubuk hatiku yang terdalam
Kurangkai kata-kata
Untuk mengungkap berjuta rasa
Di dada yang tersimpan sejak lama
Ku ingin bernyanyi bersenandung
Tentang diriku dan dirimu

Ibu

by arynsa 21-11-2006

Seuntai kata menghimpun berjuta makna
Berjuta kasih sayang
Yang tersimpan sejak lama
Masih teruntai sampai kini
Kerinduan ini masih mendalam
Belaian tangan yang halus
Selembut hatinya
Dikala aku penuh duka
Seringnya terucap helaian
Cinta yang tak terbatas
Walau aku membalas semu
Dan hanya goresan yang aku berikan
Sedikitpun, tidakkah kau merasa nyeri ibu?
Senyum lebar terkembang
Segala peluh ia teteskan
Demi bayi yang tak berdaya
Merawat dengan penuh perhatian
Sejak lama ia bergumam,
” kelak ia akan menggantikan tempatku untuk menyimpan sejumlah cinta yang tinggal tak seberapa ini ”
Betapa besar pengorbanannya
Dan tak pernah ia merasa ia telah berjasa
Sungguh mulia hatimu, ibu

Mengapa

by arynsa 21-11-2006

Semakin ku melupakanmu
Semakin ku merindukanmu
Semakin ku ingin melepaskanmu
Semakin kau di dalam hatiku
Walau aku tahu
Kau bukan milikku
Tapi aku merasa sangat menyukaimu
Gayamu, senyummu, tingkahmu
Aku bagai awan yang searah jalanmu
Mengapa,
Takdirku tak seindah dia
Diriku pun
Tak secantik dia
Mengapa,
Aku tak mampu menahan hatiku
Aku ingin mengalah
Dan jauh darimu
Tapi rasanya
Semakin kau di dekatku
Namun anggap tak mengenalimu
Walau sesungguhnya aku menyayangimu

Dia paling mempesona

by arynsa 02-11-2006 (dikutip dalam kau cinta pertamaku )

Saat itu aku sedang membayangkan bilamana aku menjadi pangeran yang bijaksana dan berilmu mulia. Kan ku pilih seorang gadis jelita berwatak peri yang mendampingiku. Walau aku masih anak sekolahan aku ingin dapat cinta sejati. Aku berjalan pelan-pelan dengan pikiran yang tenngah kosong. Tiba-tiba diriku menabrak seorang gadis jelita. Aku tak dapat bicara, memandangnya dengan tatapan, ”apakah ini nyata?” pikirnya.. dan tanpa kusadari ku pegang tangannya yang halus selembut sutera . tetapi ia hanya mengembangkan senyuman kecil dan mengucapkan terima kasih padaku kemudian pergi begitu saja. Aku terbayang-bayang wajahnya, hingga terpikirkan mungkinkah dia gadis yang Tuhan hadiahkan untukku. Tercuat dari pikiranku untuk mengetahui siapakah dia gerangan. Berhari-hari kutanya-tanya pada setiap orang, ternyata dia memang sungguh mempesona, setiap orang menyukainya, dan aku ragu bisa mendekatinya, kuharap dia mau menerimaku sebgai sahabatnya.

Derita Fitnah

by arynsa 02-11-2006

Sejangkah jalan menuju nestapa
Yang timbul karena tak sengaja
Mencapai kepedihan tanpa perbuatan
Karena dia hidup menjadi beban
Berakit-rakit ia menyeberangi lautan permasalahan
Tak kunjung tiba di teluk
Ribuan malam ia menanti
Dengan sabar, menghadap ilahi
Siang dan malam silih berganti
Ia berserah dengan segala pasrah
Terdengar kabar, ia bersakit menahun
Ya Tuhan, engkau Maha Pengasih
Hindarkanlah hamba dari segala dosa
Tabahkan hati dari segala dengki
Begitu juga dia,

Sesalku

by arynsa 02-11-2006


Kusadari dulu ku sombong
Dalam hati tinggikan diri
Anggap tak ada yang melebihi
Meski, ada yang lebih sempurna
Tak terpikir, hidup hanya sekali
Bermanja-manja, bersuka ria
Belum terasa pedihnya hati
Berbuat tanpa manfaat
Dan biarkan waktu menghilang tanpa arti
Walau selalu ku turuti
Jengkal demi jengkalalur kehidupan yang makin berduri
Menyengat rasa mengukir lara
Hidup,
Mengapa makin lama makin sulit
Kefatalan hidup membayang semu
Ku tahu waktu tak kan kembali menyapa
Resah dan bimbang menyatu
Inisiatif sukses menjadi ragu

Rasakan

by arynsa 02-11-2006


Rasakan, sebuah indahnya kalbu
Saat hai itu menyentuh hatimu
Bedakan, antara pikiran yang membuatmu bahagia
Dengan nafsu
Seorang gadis, laksana bunga yang mekar
Aromanya harum menebarkan benih rasa
Yang menggoda
Bila kau telah mengalaminya
Semua pasti menjadi berbeda
dapatkah ia membagi waktu untukku
apakah ia melupakkanku
tidakkah ia tahu, aku tak kan kembali
untuk mengulangi
ku hanya ingin memberi tahu
bunga mawar itu berduri
meski terasa manis dan indah
tetapi mampu meringkus akal dan hati nurani
hidup sekali saja
hiasilah dengan impian jiwa
yang selalu haus ketentraman

Friday, 11 December 2009

sesuatu yang abstract

dia,
datang dalam angan yang jauh
hinggap dalam alam yang tak terlihat
berjalan dalam jembatan maya
yang ada pada setiap manusia
dia,
menembus dinding-dinding
menepis karan-karang kehidupan
dengan kekuatan liar
tak tentu besarnya
dia,
muncul dalam mimpi-mimpi
yang tak terimajinasi
meleburkan ke dalam hati
yang sungguh sulit dimengerti
dia,
dalam suatu masa
dia menghilang tanpa jejak
tetapi dia
meniupkan angin harum
layaknya memberi isyarat
aku akan datang kembali
dia,
abstract
tak ada yang bisa,
menyentuhnya
mememeluknya
menggengamnya
cinta....


poem_cintamisteri

lonely

look,
leaves are falling
paint are fading
shine are retarding
behind the cloud He hiding
so,
this moment
i couldn't see ev'rything
all are dark
is that a fact?
truely, my fate going to be
nature always dumb
when you gonna answer me?
did i make mistakes?
and it beginning
nobody loves me
nobody likes me
nobody miss me
nobody kiss me
and they tell
you're waste
you're boring
you're mad me up
keep away, freaky...
i'm lonely
and i start to leave you forever
bye,

Wednesday, 9 December 2009

Ev'ryday

Ev'ryday,
when i woke up
i wish i would see the rainbow
but i am aware
it's just imposibble
Ev'ryday,
when i get up
i wish i would see your face in the window
but there's no one standing
and sh0wed just a darkshadow on fading
you should know
since you went away
i'm weak
i have no power to stay
i gave up
to do anything
broke my mind
couldn't think which the best
cause without you
everything will be nothing, baby

Fine for awhile

Dear,
can't you hear me?
Here,
i'm standing
and shouting your name endlessly
behind the window
my tears hiding
Honey,
can't you see me?
Here,
i'm standing
and waiting will you take me?
under the rain
my soul dying
Babe,
can't you feel me?
Here,
i'm standing
my love dropping down deeply
only into you
and will go on ever lasting
but,
can't you understand?
can't you back?
can't you feel pity?
gimme a chance,
once more?
even its just a fine
in awhile

Friday, 4 December 2009

Inside The silent Girl

a light similar diamond
sparkling out into heart paradise
without any word
without any action
just a good behave
reveal your lovely side
in your way
e'vryone asking with million question
but they just keep it in their mind
strongly, denny their eyes wink
and they asking,
" why you doing different with other?"
She showing honey smile on her thin lips
but there's no sounds are heard
like a swanlake even so beautiful
but always keep quiet almost the time

Cemasku

Lihatlah,
langit begitu mendung
awan gelap mulai menyapa
gemuruh suara itu kian terdengar
namun aku terdiam terpaku
tak mau menjawab apapun
tetapi dalam hatiku mengandung seribu tanya
dalam misteri alam yang menakutkan ini
ku tak ingin meninggalkan istanaku,
meski kecemasan ini terus menyelimutiku,
selamatkah engkau disana?

Aku Sayang Kamu

Bintang itu,
bersinar dalam temaram malam
terangi segala yang gelap
meski hanya satu titik
nan jauh di langit sana
kamu itu,
bersinar dalam hidupku yang dulu kelam
terangi jiwaku yang rindu cinta
meski hanya satu detik
berikanlah aku waktu
'tuk katakan aku sayng kamu selamanya

Wednesday, 2 December 2009

YOUR LOVE IS TRUE

like a star in the night
brightening sky darkness
we laying under the darkness
we close our eyes
our heart shouted loudly, hold me tight
tied us, don't let it loose
and you whispered a sweet word ever
many times in my ears
" I LOVE YOU BABY, AND IT'S TRUE "
i smiling at you sweetly
we began more close
and you stare at my eyes dropping your love deeply
started kiss me passionately
the beautiful night, now go on.

Tuesday, 1 December 2009

forever always

i wrote you in my diary
i kept you in my memory
ill safe you from injury
never been try to hurt you
never been try to leave you
never been try to use you as played
forever always i'm with you
forever always you raising my love
forever always i'm relate with your heart
cause, you're everything to me

i know what i must do

winds so quiet
sounds are clam
but moon still sparkling in the darksky
honey,
please lok at the top
close your eyes
what dyou feel right now?
" i feel your warmness in my soul, but i doubt do you feel so?"
babe, that all my love spread only into yor heart
no doubt again
under the moonlight
we stare each other
i know why i do
i know why i'm here
i know why i'm with you
cause,
i feel your heartbeat
i feel your vibra
and i aware, i'll down without you
i'm yours

Sunday, 29 November 2009

I LOVE YOU REAL

lanjutan.....



Seperti yang telah disarankan teman-temannya, arynsa menmui jean setelah pulang kuliah. Jean sedang duduk dibawah sebuah pohon yang rindang. Arynsa duduk dismpingnya. " arynsa, belum pulang?"
arynsa hanya menggelengkan kepala dan kemudian mereka terdiam selam abberapa saat
" je, sebenernya kamu ytuh sayang gak sih sama aku"
" ia aku sayang sama kamu, sebagai teman sejati" kata jean dengan tersenyum
" teman terbaik?"
"ya seperti apa yang dulu kamu bilang"
" ok, jadi hubungan kita cuma sebagai sekedar temen, kalau misaklnya ada orang yang bilang cinta sama aku dan mau aku jadi ceweknya, gimana?" kata arynsa dengan mata berkaca-kaca
jean terkejut dan tidak mampu mengucapkan sepatah katapun, ia tampak bingung memikirkan seseatu, namun ia memberanikan diri untuk menatap mata arynsa.
" kalau kalian memang saling suka, kenapa gak?" kata jean pelan
" oh jadi aku harus terima dia? berarti amu ngerelain au jalan sama cowok lain dan bakalan ngejaughin kamu!"
arynsa tidak mampu menahan air matanya mendengar ucapan jean.ia berlari menuju teman-temannya yang sudah menunggunya, diberanda.
"ros, jen, jean gak sayang aku, dia gak cinta aku, aku akan nerima cinta revand, malam ini."
"tapi ryn, apa gak terlalu cepat? mungkin jean masih ragu buat nyatain cinta ke kamu'
"bodo.....aku uda yakin dengan keputusanku! ntar malem aku sama revand bakalan ngedate jam 9, aku udah mutusin aemuanya, whatever with next."

sepulang kuliah jean merasa bingung dengan sikap arynsa tadi, ia merasa bersalah telah membuat arynsa menangis, " kenapa dia bilang begitu? apa maunya dia? apa arynsa suka sama aku?" tanyanya berkali-kali.
setelah mandi pun ia masih terbayang-bayang oleh kata-kata arynsa. akhirnya dia memutuskan untuk mendatangi rumah arynsa malam ini.
lewat jam 8 ia sampai di rumah arynsa.
( ting tong ting tong)
arynsa segera berlari membuka pintu. betapa kagetnya dia melihat jean berada di depan matanya.
"mau apa kamu kesini?"
"ryn, aku cuma mau minta maaf sama kamu atas kejadian tadi siang, mungin kamu marah atau benci sama aku. okay, itu aja kok, kelihatannya kamu ada acara, ya udah aku pulng dulu."
"je tunggu, aku gak ada acara kok." kata arynsa memegang tangan jean
jean membalikkan badannya dan tersenyum pada arynsa
"ya udah, kita ngobrol ditaman aja."
mereka pun pergi ke taman bunga yang tidak jauh dari rumah arynsa. Tetapi mereka duduk berjauhan, satu sama lain tidak saling bertatap muka. dan tak sepatah katapun muncul dari kedua bibir mereka, hanya terdenger nyanyian angin malam yang sepoi berhembus mengalunkan melodi-melodinya besrsenandung. semua terasa hening sunyi dan senyap, hingga dingin mulai terasa menusuk kulit kulit ari.hampi setengah jam, mereka hanya menikmati sinar rembulan di langit sana, indah dan sungguh mempesona,.
arynsa menggosok-gosok badannya karena kedinginan.
"kamu kedinginan ya ryn?"
arynsa hanya terdiam, spontan jean melepas jaketnya dan memakaikannya pada tubuh arynsa.
"makasih.'" kata arynsa pelan
"ryn, boleh gak aku tanya satu hal sama kamu?"
"iah bilang aja."
"ehmm. maksud kamu tadi sing?"
arynsa terdiam dan menghela nafas panjang,ia menoleh ke arah seglintir mobil yang melintas di jalan raya itu.
" kalau keberatan lupain aja." sambung jean
" je, benarkah kamu cuma sayang aku sebagai temen?"
jean kembali terdiam, namun matanya menatap wajah arynsa dalam jauh ke dalam hatinya.
" gak ryn, lebih dari itu, aku selalu ingin menjadi yang terbaik buat kamu...."
"jean,please jujur. aku cuma pingin denger tiga kata dari kamu. katakan semua yang ada dalam pikiran kamu, yang sesungguhnya?" kata arynsa dengan mata berkaca-kaca
"gak cuma tiga kata ryn, aku akan kasih kamu empat kata. karena aku serius. i love you real, arynsa. ini yang aku rasakan selama ini selama bersama kamu. suara dari lubuk hatikuyang terdalam." kata jean mendekat. menyentuh wajah arynsa yang hampir meneteskan air matanya.
arynsa memeluknya dengan erat, " i love you too jean" katanya berulang-ulang.
namun toiba-tiba terdengar tepuk tangan dari suatu sudut. ternyata revand telah memeperhatikan mereka sejak tadi.
" so sweet.."
"revand?"
" ia, tadi aku ke rumah kamu, eh kata mamamu kamu lagi di taman sama cowok, dan....udahlah aku udah tahu semuanya. jangan sedih terus dunk, selamat yah buat kalian berdua hapyy ever after deh." kata revand tersenyum lebar da menjabat tangan mmereka berdua.
" aku heran, enapa sedikitpun rvand gak marah, malahan tersenyum, dia beda banget sama yang lain," bisik arynsa dalam hati.
akhirnya arynsa dan jean jadian. dan mejalani hari-harinya bersama-sama. Semua temannya bisa menerima hubungan jean dan arynsa sebagai kekasih. tetapi justru arynsa megalami kebimbangan. Ketika menyadari revand merupakan sosok yang selama ini selalu menghiburnya, dan ramah kepada siapapun.




nantikan eisode selanjutnya, dalam I LOVE YOU REAL 2

Friday, 27 November 2009

Cinta, ku relakan kau pergi

Aku memang manusia
yang tak bisa sempurna
ku tak mampu
membagi waktu untuk diriku dan dirimu
mungkin kau sering merasa
jauh dari perhatianku
jujur, aku selalu ingin dekat denganmu
tapi aku tak mampu
kau tahu sibuknya aku, walau begitu
ku tetap luangkan waktu tuk bersamamu
meski letih raga ini,
hingga lemah diriku ku tetap bertahan
ternyata kau tak bisa
memahami diriku
kau inginkan perhatian yang lebih
dari apa yang ku lakukan
Cinta, aku relakan engkau pergi
tinggalkan diriku
yang tak bisa
membuatmu bahagia
mungkin dia, lebih ada waktu
untuk bersamamu,
berbagi cerita cinta
di sepanjang hari-harimu
bukanlah berarti ku tak cintaimu
tapi aku hanya ingin
melihat kau tersenyum
dikala kau butuh kasih disetiap detik di hidupmu
karena aku tak bisa
memberi apa kau minta
semoga kau bahagia bersamanya

You're the one

Since first, i met
i saw a light in your eyes
i heard a harmony in your lips
i felt a warm in your soul
i did't know what was happened to me
all are changed since you here
all are sung a beautiful song
all are bloomed
i aware that now i was falling in love.
You made everything come true, show me what living is for
i don't wanna hiding my feeling, baby
i love you, truely
you're the one

I LOVE U REAL

I LOVE YOU REAL
By Aryn lovella


Suatu pagi , dimana mahasiswa-mahasiswa baru pertama kali masuk sebagai seorang mahasiswa. Sepertinya kebiasaan di SMA berangkat lebih awal belum bisa dihilangkan, kebanyakan mahasiswa sengaja berangkat pagi karena tidak sabar ingin mengenalkan identitas dirinya sebagai seorang mahasiswa kepada teman-temannya atau kakak tingkatnya, tentunya mereka juga ingin mencari teman baru siapa kiranya yang akan satu kelas dengannnya.
Tiga orang gadis, duduk-duduk di sebuah beranda ruangan. Tampaknya mereka sedang mengamati pemandangan yang terlihat asing bagi mereka, sambil berbincang-bincang.
“ jen, lo udah ruangan yang bakal jadi kelas kita belum?” Tanya rossa
“ belum tuh, emang disebelah mana sih?” jenny balik bertanya
“ Tanya arynsa tuh, katanya kemarin udah nyari.” Kata rossa
“ryn, beneran lo udah tau lokasinya.”
Sementara itu arynsa sibuk dengan notebooknya, sama sekali tidak menjawab pertanyaan jenny. Jenny dan Rossa saling berpandangan, memberikan isyarat bahwa mereka akan meninggalkan arynsa sendirian. Jenny memainkan mulutnya seperti ucapan satu…dua….tiga….merekapun pergi.
Karena asyiknya bermain-main arynsa sama sekali tidak menyadari kedua temannya sudah meninggalkannya, bahkan ketika seseorang duduk sampingnya.
“ Eh lihat deh, bajunya bagus banget. Ihh warnanya keren banget …” kata arynsa
“ ia bagus banget, apalagi kalau kamu yang pakai pasti kelihatan cantik.”
“ ia lah, arynsa gitu. Makanya ntar pulang kuliah kita ke mall, kayanya sih di Venuz beautique udah ada.”
Kata arynsa tidak menyadari dengan siapa dia bicara
“ maaf, tapi aku gak bisa. Ntar aku ada meeting BEM.”
Spontan arynsa kaget dan menoleh, “ eh kamu siapa? Jenny sama rossa mana?”
“Jenny, rossa siapa ?”
“ yang tadi disini.” Kata arynsa dengan muka merah dan tertunduk malu
“ dari tadi gak ada siapa-siapa kok. Ya udah kenalin namaku Revand Agustine. Panggilnya Rev aja.”
“agus aja sih, kelihatannya lebih kalem gitu.” Kata arynsa bercanda
“ ahh kamu bisa aja, bukan kalem lagi tuh tenggelem sekalian . tadi nama kamu arynsa ya?”
“ia, short namenya ryn aja. Ya udah gus agus aku mau nyari temen-temen aku dulu ya.” Kata arynsa beranjak pergi
“ ryn aryn, kasih nopemu donk?”
“ ntar aja deh, add fb ku aja ‘arynsa love’.”
“ok, sipp….”
Ternyata hari pertama, para dosen besar masih disbukkan oleh rapat –rapat , sehingga para mahasiswa diminta untuk menunggu sampai dosen selesai rapat. Arynsa dan kedua orang temannya berdiri disebuah sudut beranda kelasnya memandang ke arah depan. Tampak gedung-gedung menjulang yang tak lain adalah rektorat kampusnya, disekelilingnya
Membentang taman hijau , tentu saja lahan pertanian dan peternakan. Kemudian ia menceritakan kejadian tadi pagi saat ditinggalkan teman-temannya. Sesekali ia mencubit-cubit karena kesalnya kepada kedua temannya. Tiba-tiba arynsa terdiam pandangannya tertuju pada seorang pria yang sedang mengobrol dengan temannya. Jenny dan Rossa yang sejak tadi memperhatikan arynsa bercerita menjadi bingung sendiri.
“ ah mulai lagi nih, aryn kalau lagi cerita terus lihat cuci mata pasti langsung keputus-putus. Gak asyik ah.”
“ya udah aku terusin, ehmm….” Pandangan arynsa masih tertuju pada pria itu
Jenny menarik tangan arynsa menghampiri pria yang sejak tadi ia perhatikan .
“ langsung samperin aja.”
“eh tapi….”
Kemudian mereka berkenalan dengan kedua pria itu dan ternyata mereka masih satu kelas. Mereka adalah leo dan jean.
“ Jean…”
“aa….ryn…..sa” kata arynsa dengan begitu lembut dan pelannya serta menjabat tangan
Sejak itu mereka berlima menjadi begitu akrab, seperti membentuk sebuah kelompok. Setiap hari mereka selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul-kumpul walaupun harus pulang malam, seringkali arynsa berbohong kepada orangtuanya kalau ada jam tambahan padahal sebvenarnya tidak ada. Tetapi ia berdiskusi dengan teman satu genknya tentang semua hal yang terjadi di kampus, dqari pelajaran, makanan, sampai masalah cewek cowok pun juga dibahas. Antara jenny, rossa, dan leo suka sekali membahas tentang tips-tips jadi popular diantara para mahasiswa –mahasiswi. Cara terbaru menggaet cewek-cowok, cari perhatian cewek-cowok. Termasuk cari perhatian dari para dosennya, tujuannya kalau unlangan biar gak galak –galak. Beda sekali dengan Jean dan arynsa, mereka seringkali mengulang kembali mata kuliah yang tadi diajarkan dan juga mengerjakan tugas-tugas baik pribadi maupun kelompok. Kalau tidak, mereka justru membicarakan tentang masa depan mereka kelak. Mereka sudah mempunyai pandangan tentang bagaimana kehidupannya dimasa mendatang. Karena itulah mereka sering sharing tentang problem-problem mereka hingga masalah pribadi pun mereka diskusikan. Sehingga menimbulkan kecocokan diantara keduanya.
Sabtu malam, arynsa sudah stand by di dalam kamarnya , bukan untuk tidur tetapi ia siap untuk me-loginkan akun messengernya untuk chatting dengan jean. Tidak tau kenapa setiap ia berbicara dengan jean walau Cuma lewat messenger tapi dia sudah merasa senang sekali. Bahkan kadang ia berharap jean mau mengajaknya pergi jalan-jalan.
“ yah, tumben kok jean gak nyala sih. Sebel deh, kamu kemana sih jean….jangan-jangan ngedate sama ceweknya lagi. Ahh…arynsa gak usah mikir yang macem-macem, palingan lagi dinner sama familynya. Lagian dia kan udah janji mau online malam ini.” Kata arynsa pada dirinya sendiri dengan perasaan yang gelisah.
Disaat ia sedang menunggu jean online, ia tersentak oleh ketukan pintu. “ masuk aja .“
“ lho..kok belum siap-siap tuh ada temen kamu dibawah katanya mau ngajak aryn jalan.” Kata mama
“beneran ma?” kata aryn dengan wajah berbinar-bibar
“ia tuh udah nungguin kamu daritadi, mama kira bik onah udah manggilin kamu. Ya udah mama ke dapur dulu mau Bantu bibik buat makan malam”
“ia ia mam…”
“ya ampun ternyata firasat aku benar jean ngajak aku hang out.” Kata arynsa begitu girangnya
Sesegera mungkin ia mematikan notebooknya dan berdandan berias diri semolek mungkin. Sambil bernyanyi-nyanyi , “ ada rasa yang tak biasa yang mulai kurasa….ohhh…” segera ia kebawah dan menghampiri temannya itu.
“ helloww….aku udah siap….” Sapa arynsa dengan senyum lebar
Revand menoleh kea rah arynsa yang terlihat begitu anggun malam ini.
“ Revand?”
“ wow, my princess is so beautifull today. Even I know ev’rytime you always look so perfect.”
“udah deh ya, gak usah ngeledek aku mulu…kejutan banget kamu datang kesini, kirain udah lupa sama aku.”
“gak lah, justru sebenernya, tiap hari aku tuh nyariin kamu terus. Tapi gak ketemu ketemu, abisnya kalau di facebook kamu gak pernah bales pv-an aku sih, akhirnya aku Tanya-tanya deh satu persatu temen kamu …eh baru dijawab tadi, langsung aja aku samperin kesini.”
“ o gitu ya…”
“jadi keluar gak nih?” Tanya Revand
Arynsa mengangguk pelan dan menghela nafas panjang, “ huh, jean kamu kemana sih… gak ngasih aku kabar apa kek, jangan-jangan beneran lagi ngedate nih….?” Bisik arynsa dalam hati.
Selama semalam bersama revand cukup mampu menghibur hati arynsa, begitu humoris dan unik swkali. Banyak sekali pengalaman-pengalaman yang diceritakan kepadanya. Apalagi revand adalah seorang aktivis sejak duduk di sekolah dasar sehingga tidak habisnya kata-kata yang terucap dari bibirnya yang berwarna merah muda karena kulitnya yang begitu putih dia memang ada darah darah bule . Tapi sama sekali tidak menarik hati arynsa, walaupu ia terus memandang segala kelebihan revand tetap saja ia merasa bosan sendiri. “ Revand selalu ada setiap aku butuh, tapi kenapa aku tidak merasa membutuhkannya ya… aku malah mengharapkan orang lain yang gak tahu lagi ngapain, lagi sama siapa, gak tahu lagi mikirin aku apa gak…huh.” Bisik arynsa dalam hati dan menghela nafas panjang.
“ eh ryn, kamu kenapa?”
“gak papa, ngantuk aja….”
“dasar, baru jam 9 nih…kayak anak kecil aja sih kamu. Ya udah aku anterin pulang deh.”
Revand pun mengantar arynsa pulang ke rumahnya karena ia sudah terlihat begitu ngantuk dan kecapaian.
Sampai dirumah arynsa langsung berlari menuju kamarnya, bukan untuk tidur tapi untuk membuka messengernya. Betapa sedihnya dia, ternyata jean tidak online juga. Ia segera mematikan laptopnta. Kemudian merebahkan tubuhnya. Hingga ia terdur pulas.
Hari ini waktu kuliah haya satu mata kuliah saja, sehingga mereka pulang lebih awal . jenny, rossa, dan leo sudah sepakat ingin main ke rumah jean . tetapi arynsa masih kesal dengan jean tentang kejadian yang semalam. Jean haya minta maaf karena ia disuruh mengantar mamanya ke tempat arisan .
‘” kenapa sih ryn, gitu aja kok marah, jean kan udah minta maaf” kata jenny
“ ya tapi kan setidaknya dia bisa sms aku, aku kan dia online semaleman. Cvoba kalian bayngin gimana rasanya.”
“emang segitunya ryn?” Tanya rossa
Arynsa terdiam tanpa sadar ia menunjukkan rasa sukanya dengan jean.,”ehm gak sih….tapi hari ini aku lagi gak ikut kumpul deh”
‘ehmmm…. Kencan ya sama kak revand?”
Jean tiba-tiba nimbrung dalam bincang-bincang mereka, “ ehm..siapa yang mau kencan dengan revand nih?
Kata jean berdehem –dehem
“tuh aryn…je”
Arynsa dan jean saling berpandangan, “ aryn, kamu masih marah sama aku?” Tanya jean pelan
Arynsa hanya memalingkan mukanya kemudian menggelengkan kepalanya.
“ aku bener-bener minta maaf, aku gak kepikiran buat sms or calling, aku ….”
“kamu ugak perlu kinta maaf je, kamu gak salah .. dan gak perlu jelasin apa-apa…maafin aku, aku emang gitu keras kepala and possessive… ya udah aku pergi dulu.” Kata arynsa dan meninggalkan mereka
“ possessive…..arynsa , apakah maksud kamu …..” jean tersenyum lebar
“ jean ngapain lo senyum-senyum sendiri?” kata rossa
“gak papa kok….”






Hari hari berlalu hubungan arynsa, jenny, rossa, leo, dan jean menjadi renggang karena mereka sudah bukan satu kelompok belajar lagi, arynsa dan rossa terpisah sendiri-sendiri sedangkan jenny, jean dan leo masih satu kelompok karena kelompok belajar didasarkan nomor presensi. Walaupun begitu mereka masih sering berkumpul bersama untuk sekedar bercerita-cerita. Tetapi arynsa lebih banyak konsentrasi pada kelompok barunya bahkan ia terlihat lebih akrab dengan Robin, Adrian, Julie dan yang lainnya.
Terkadang, ketika arynsa menulis rangkuman kelompoknya sesekali robin mengusap wajah arynsa dengan tissue, tentu saja hal itu mengundang perhatian beberapa mahasiswa yang lain untuk bersorak. Tetapi robin tidak menghiraukannya. Ia terus saja melakukan hal itu setiap berada di dekat arynsa dan terus menggodanya. Arynsa yang merasa begitu risih selalu mencoba mengerjakan tugasnya secepatnya agar bisa cepat pulang dan jauh dari si robinson itu.
‘” udah selesai ryn?” kata robin
“udah, nih tinggal kasih cover aja. Udah yah aku pulang dulu..”
“ eyy..ntar aja, aku anterin pulang”
“gak gak makasih.”
Arynsa langsung saja barlari keluar sebelum robin memaksanya untuk naik mobilnya, karena seperti kata teman-temannya yang lain robin selalu membuat a lasan untuk mengajak targetnya jalan-jalan , katanya lapar lah mau beli apa dulu lah pokoknya ada ada aja alasannya. Di luar ternyata jean sudah menunggunya daritadi.
“mau pulang ya.. sekalian aja yuk, kita kan satu jalur”
Tanpa piker panjang arynsa menyetujui tawaran jean, dan baru kali ini jean mengajaknya untuk mampir sebentar ke sebuah resto untuk sekedar berbincang-buincang.
“tadi kelihatannya kamu mesra banget sama robin, ada hubungan apa sih kalian berdua?”
“ what? Mesra …gak banget deh, kamu tahu sendiri kan gimana dia, emang suka flirt-flirt gitu deh sama cewek…”
“tapi kan seharusnya kamu bisa ngejauhin dia kan…?”
“ jauh gimana maksudnya? Kita satu kelompok gak mungkin donk aku ngejauhin kelompok aku…lagian gak papa kan , kamu juga pernah deket sam a vina, chika, laurine juga padahal mereka kan bukan kelompok kamu” kata arynsa sdengan wjah cemberut
“ ia ryn, tapi aku tuh cemburu sama robin dia bisa nyentuh kamu segitu deketnya tapi aku gak….”
Arynsa terpana dengan kata-kata yang diucapkan jean… dia terdiam membisu….entah senang gembira malu atau apa. Kemudian ia tersenyum.
“udah ah, pulang yuk..udah sore ih…”
“ya udah…”

(saat kau ingat aku ku ingat kau, saat kau rindu aku juga rasa ku lakukan yang terbaik yang bisa ku lakukan tuhan yang tahu ku cinta kau”)

Semakin hari hubungan arynsa dan jean bartambah dekat, mereka jadi sering jalan berdua. Tetapi tak satupun orang curiga karena setiap kali ditanya mereka hanya menjawab sebagai teman saja. Lagipula jean juga sering mejadi tempat curahan rossaline , bahkan sampai membuat rossa menyukainya.
“ jean, sebenarnya ada hubungan apa sih antara kamu dan aryn?” Tanya rossa pelan
Jean terlihat terkejut dan terbata-bata tidak mampu mengatakan sesuatu, “ gak ada papa kok.”
“ kelihatannya kalian tuh deket banget, smsanya dalam banget.”
“dalam gimana maksudnya?”
“ya pokoknya gitu deh, kamu jarang banget bales sms aku je.”
“ya udah maaf deh, mungkin aku lagi sibuk atau lagi kemana gitu. Tahu kan kalau keluar aku jarang bawa handphone.”
“ kamu tahu gak, aku sayang sama kamu. Kamu tuh asyik banget diajak ngibrol, diajakn curhat. Aku damai disamping kamu. I love you jean”
Sekali lagi jean terkejut dengan apa yang diungkapan rossaline, dia bungung sekali harus mengatakan apa. Tapi tak berapa lama kemudian ia kembali tersenyum dan memegang tangan rossaline.
“ apa yang rasakan sama seperti apa yang aku rasakan , dan itu memang cinta tapi sebagai seorang saudara. Kamu butuh seseorang pelindung seorang yang mengerti masalah-masalah kamu saat ini. Dan biasanya seorang kakak lah yang mampu membimbing di kala ada problem karena mungkin juga lebih berpengalaman.” Kata jean dengan nada yang begitu lembut kemudian ia melepas genggamannya.
“iah mungkin kamu benar je, aku anak tunggal gak punya kakak atau adik. Di rumah aku selalu kesepian, mami dan papi gak pernah ada waktu buat aku. Mereka selalu saja sibuk. Makanya aku males dirumah, sampai aku ketemu kamu dan kamu beda banget sama yang lain.” Kata rossa dengan sedih
“rossa, aku siap kok jadi tempat curhat kamu kapanpun kamu mau. Anggap aja aku sebagai kakak kamu.”
“maksih ya je…” roissa memeluk jean dengan begitu eratnya
“ya rossa, kalau kamu mau kamu boleh panggil aku sebagai kakak.”
Sepulang kuliah , arynsa melihat jean sedang bercanda dengan vina. Saking asyiknya bersenda gurau mereka tidak mengetahui kalau arynsa berada disamping jean. Vina masih terus saja mengajak jean bercanda dan sesekali terucap kata-kata yang manja. Berulang kali mencoba untuk memeluknya. Ketika jean menoleh kesamping, dia dikejutkan oleh arynsa dengan muka yang msam.
“ vin, duluan ya.” Jean memberikan isyarat untuk pergi bersama arynsa
“ya..besok lagi ya..” kata vina menggoda
Sepanjang perjalanan pulang arynsa hanya terdiam dengan muka cemberut.
“ tadi vina tuh bercandanya kebangetan, masa mau aku clubbing. Udah tahu aku gak suka keluar malam,” jean memecah kesunyian
“ pastinya kamu nolak donk?”
“ialah…”
“bagus tuh…”
“ryn, tadi rossa nanyain tentang hubungan kita.Daia tuh Tanya terus, tiap kali aku jalan sama kamu sms kamu katanya dalam banget pakai kata saying-sayang segala. Aku bingung banget mau bilang gimana. Ryn, sebenernya kamu tuh nganggep aku sebagai apa?” kata jean pelan
“ ia aku saying kamu sebagai seorang sahabat sejati.” Kata arynsa dengan tersenyum lebar
“baik.”
Kemudian suasana kembali menjadi hening seperti semula sampai tiba dirumah.
Akhir-akhir ini arynsa menjadi lebih dekat dengan revand, karena ia sering membantu arynsa mengerjkan tugas-tugasnya secara sukarela bahkan kadang juga mencarikan materi-materinya. Fakultas revand memang dekat dengan perpustakaan dia juga sangat gemar membaca buku, jadi ia cukup mengetahui beberapa isi buku- buku itu. Beberapa kali arynsa menghindari revand, tapi ia tetap saj asering meluangkan waktunya untuk menemui arynsa, wawaupun harus datang bke rumahnya. Hal itu membuat jean ccemburu, ia juga selalu berusaha mengerjakan tugas bersama arynsa. Semua literature internet, buku-buku, dan bertanya kepada beberapa narasumber dari kenalan orangtuanya juga di interview. Akhirnya, tampak seperti sebuah kompetisi yang justru sangat menguntungkan arynsa karena hamper semua informasi yang ia perlukan . selalu sudah tersedia. Tapi disisi lain ia merasa bingung ketika keduanya ingin megajaknya keluar pada waktu yang bersamaan.
“ryn, beruntung banget lo. Ada dua prajurit yang selalu siap sedia.” Kata rossa
“ ia yah, kalu begini terus kali aja kuliah diwakilin ya.” Kata arynsa bercanda
“ kalau gue , gak mau tuh kuliah diwakilin. Jadi gak bisa nemuin davy donk!.” Kata jenny
“ itu sih lo jen, duh duh yang baru jadian.traktirannya mana nih?”
“jangan ngiri donk ross.”
“ kayaknya rossa gak perlu ngiri tuh sama kamu, soalnya kemarin Adrian tuh bilang ke aku. Kemarin ngirim bunga ke rosssa.”
“ ohh jadi yang ngirim bunga tuh sih Adrian, norak banget deh . gue tahu Adrian tuh gak bisa bikin puisi nilai sastranya kan jelek. Masa kemarin ngirin puisi yang romantis banget.”
“ cie cie….ya kali aja gara=gara jatuh cinta sama kamu nilai sastranya jadi bagus, ya gak ryn?”
“yupz.. bener banget..”
Begitu asyiknya mereka berbincangbincang tentang todays event yang terjadi hari ini.

Malam ini arynsa merasa malas belajar, , ia iseng-iseng membuka messengernya untuk membuang rasa boringnya. Selain itu ia membuka beberapa situs game untuk sekedar hanya ingin melihat-lihat, siapa tahu ada game terbaru. Saking asyiknya membuka situs game ia lupa dengan kalau sedang online di messengernya. Ketika ia membuka ia mempunyai beberapa pesan offline dari revand,



Rev_90: night arynsa?
Rev_90: arynsa, are u thea?
Rev_90: ya udah aku cm mau blng, aku udah nemuin literature bwt tgs km, tp aku g bs dtg k kls km, jd km hrs dtg sndr k perpus, aku tunggu jam 8.
Rev_90: offline




“ya ampun, lupa kalau lagi online. Daripada ntar begini lagi mendingan aku matiin aja ah. Tapi a ku ke perpus, sendiri? Gak ah, minta ditemenin rossa aja deh.” Kata arynsa pada dirinya sendiri
Tepat jam 8 arynsa dan rossa p erpustakaan tetapi tiba disana hamper jam sembilan. Untungnya revand masih berada disana.
sorry, telat. Tadi jalannya macet.”
“gak papa, tapi beneran jalan kampus kita macet? Emang ada operasi apaan?” canda revand.
Arynsa hanya tersipu-sipu malu karena ketahuan bohongnya.
“ya uda ini bukunya, terserah mau dikembalikan kapan. Tenang aja ini buku asli punyaku sendiri. Okey?”
“yups..”
“aryn, ntar malem ada acara gak?”
‘gak ada, emangnya kenapa?
“kalau gak keberatan, aku mau ngjak kamu keluar. Aku mau ngomong sesuatu sama kamu.”
Arynsa memandang kea rah rossa yang sejak tadi hanya sibuk memainkan handphonenya. Kemudian rossa mengangguk memberikan isyarat bahwa arynsa menyetujui revand.
“okay deh.”
‘baik. Ntar ku jemput kamu jam 7.” Kata revand senang
“yah…” kata arynsa ragu-ragu
Ternyata rossa menyampaikan hal itu kepada teman satu genknya termasuk kepada jean. Jean sgera menemui arynsa untuk membenarkan cerita rossa. Setelah arynsa membenarkan hal itu, jean jadi kelihatan sedih. Dia hanya memandangi wajah arynsa dengan tatapan yang begitu lemah. Sesekali arynsa mencoba membalas tatapan jean dengan senyuman. Tetapi jean masih terlihat sedih. Namun d ia segera menyadari, mungkin saja jean cemburu kepada revand. Ia mencoba menatap jauh ke dalam mata jean, “ apa benar jean cemburu sama revand. Atau memang lagi ada masalah?” Tanyanya dalam hati
“ je, kamu cemburu ya?”
“ia, aku cemburu. aku udah berkali-kali bilang sama kamu. Jujur, aku emang cemburu setiap ngelihat kamu dengan laki-laki lain, termasuk ketika kamu jalan sama leo.”
“tapi dia kan temen kamu juga.”
“gak tahu, tapi aku ngerasa gak rela aja ketika setiap laki-laki bisa deket sama kamu. Mungkin aja kamu bakalan suka atau mungkinjatuh cinta sama mereka. Tapi gimana kalau mereka nyakitin kamu, aku gak mau itu terjadi, ryn.”
“ jadi, sebenernya kamu saying kan sama aku?” kata arynsa tersenyum senang
“ia ryn, aku saying banget sama kamu sebagai seorang teman sejati seperti yang dulu kamu bilang. Dan aku gak mau kamu terluka. Aku gak kan biarkan siapa pun nyakitin kamu.”
Arynsa menatap mata jean tajam, “ jean, kenapa gak mau bilang aja kalau kamu cinta sama aku, kenapa kamu nyembunyiin perasaan kamu.” Bisik arynsa dalam hati
“okay, kamu pernah gak ngerasaain perasaan seperti ini sebelumnya, kepada temen-temen cewek kamu may be?” kata arynsa memancing
“maksud kamu?”
“yah, mungkin aja kamu tuh emang selalu care sama semua cewek yang kamu anggap sebagai best friend, bener kan?”
Jean mengangguk pelan, “ maaf arynsa, ini bukan saat yang tepat buat nyatain perasaan aku yang sebenernya, aku harap aku bisa berada di sampingmu ketika kamu butuh.” Bisik jean dalam hati.
Hari ini cukupu melelahkan, banyak sekali eksperimen yang harus diselesaikan secepatnya. Jean merasa begitu lelah, ia pun berbaring di kamar tidurnya. Berulangkali mamanya memanggil untuk makan malam, tetapi ia hanya menjawab “ia nanti…nanti ma” pikirannya melayang-layang, bayangan tentang arynsa selalu menghantuinya, apalgi ketika dia bilang “ care sama semua cewek yang kamu anggap sebagai best friend…” kata-kata it uterus terngiang-ngiang dipikirannya. “ aku gak pernah care sama seorang cewek sampai seperti ini, baru kali ini aku merasakan hal yang sedalam ini. Ia, aku suka kamu, aku sayang kamu, dan I love you real. ini kenyataan dari hati aku yang terdalam, aku cinta kamu arynsa, aku sangat sayang kamu. Tapi aku gak tahu, apakah kamu juga meraskan hal yang sama. Aku ragu, walaupun sejak pertama aku telah merasakan getaran-getaran yang match dengan hatiku. “ kata jean kepada dirinya sendiri.
Sementara itu, arynsa dan revand sedang berjalan-jalan menikmati panorama malam yang begitu indah. Mereka duduk di tengah taman yang dikelilingi oleh sumber cahaya yang remang-remang. Di bawah sinar bintang, yang seperti intan berlian, senantiasa berkelap-kelip silih bergantian. Angin berhembus lembut membelai-belai rambut arynsa yang panjang terurai.
“ kamu manis banget, tapi sayangnya rambut kamu kusut tuh.”
“ ihh mulai lagi deh, ngeledekin aku…” kata arynsa kesal
“ eh beneran kok, sini aku Bantu ngerapiin rambut kamu…”
“ gak ah makasih, jadi malu…” kata arynsa tersipu-sipu
“gak papa…”
Revand mulai menata helaian rambut arynsa, begitu lembut dan sangat penuh perasaan. Hingga akhirnya revand berada tepat di depannya, mereka pun bertatapan begitu dekat sekali. Semilir angin menjadi terasa dingin menyentuh kulit, dan tiba-tiba jantung pun berdetak cepat, dada menjadi berdebar-bedar, semua bulu roma menjadi merinding dan terasa bergetar-getar. Ketika revand membelai wajah arynsa.
“ arynsa, sejak pertama aku lihat kamu aku denger suara kamu. . Aku sudah yakin dengan perasaanku. Aku percaya you’re an angel whom God given gift to me. That why, I wanna say that I really love you, arynsa.” Kata revand dengan begitu romantis
Sungguh hal itu membuat arynsa tersentuh hatinya, kata terindah yang pernah ia dengar, tidak ada sedikitpun perasaan bimbang ataupun ragu, gugup, nervous, dan lain-lain. Ia merasa begitu tenang, walaupun tak sepatah katapun terucap dari bibirnya. Ia membiarkan revand begitu dekat dan semakin mendekat. Namun ketika revand hamper menyentuh bibirnya, tiba-tiba saja dia menghindar.
“kamu gak papa kan ryn?”
‘iah… iah gak papa…” kata arynsa dengan gugup
“jadi, apakah kamu bersedia menjadi pacarku?”
“ehm…. Aku gak bisa jawab itu sekarang, masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan, rev, aku harus bilang ke mama atau papa atau mungkin temen aku.”
“okay, aku akan nunggu kamu sampai kapanpun, tapi kamu harus janji. Kamu akan ngasih tahu aku, kalau kamu udah siap jawab.”
“okay. Aku janji.”
Hari ini perkuliahan jam siang, arynsa sengja mengundang rossa dan jenny untuk main ke rumahnya terlebih dahulu. ia menceritakan kepada mereka bahwa revand sudah menyatakan cintanya kepada arynsa.
“ ya udah terima aja, emang kelihatannya dia beneran sayang sama kamu ryn.” Kata jenny
‘ ia ryn, ngapain piker panjang,”
Arynsa menghela nafas panjang, “ ehmm…menurut kalian jean tuh sayang gak sama aku?”
Semua terdiam dan saling berpandangan.
“ ia juga sih, kelihatannya juga begitu. Emangnya dia juga bilang gitu sama kamu?” kata rossa
“ ia gak pernah bilang dia suka atau cinta sama aku tapi dia juga selalu care sama aku, setiap ada masalah dia membantu aku. Dia juga sering curhat ke aku tentang keluarganya, aku juga gitu, kita sering share.”
“pantesan, kalian sering jalan berdua gak ngajak-ngajak.”
“tapi dia sering juga bilang ke aku, aku dia cemburu bila ngelihat aku sama cowok lain.’
“ia bener tuh, dia sering banget Tanya ke aku ketika kamu lagi bareng kak revand.” Tambah rossa
“lagian, aku kan gak tahu betul gimana revand.”
‘ya udah nta pulang samperin jean aja, tanya gimana perasaanya ke kamu”
“okay.”


(bersambung)

Saturday, 4 July 2009

rasa ini

sepintas kulihat
langit kelam tanpa cahaya
dan kulepas segala penat didada
namun yang terjadi
semua tak berarti
kutanamkan dengan asa
tapi semua hanya sia-sia
aku terdiam,
biarkan semua berlalu
walau masih membekas
dan masalah ini sulit terhempas
sekali lagi kutatap
langit yang amsih suram
membuatku semakin terdekap
dalam kesunyian yang makin mencekam
akankah semua sirna
akankah cuma mimpi belaka
selama langit masih terhalang kabut
angan-angan masih tetap menunggu
kehadiran cahaya terang
pembalut segala kekesalan

Adilkah ini?

Pagi-pagi benar Alya, Cindy, Nasha, dan Naylla sudah berangkat ke sekolah, karena hari ini mereka mendapat jadwal piket. Setelah selesai menyapu, Alya dan Cindy duduk-duduk di teras. Naylla masih menyapu di teras kelas sedangkan Nasha sedang menghapus papan tulis.

Cindy : “Tau nggak Nay, kemarin cerpen kamu dipasang di Mading sama Rico, katanya cerpen kamu bagus banget.”

Naylla : “o..ya? bagus donk, cerpenku dimuat.” (tersenyum lebar)

Cindy tersenyum-senyum dan saling bertatapan dengan Alya.

Cindy : “kayaknya nih, dia naksir sama kamu. Abis dia bilang gini, udah cantik pinter baik hati lagi…”

Naylla : “masa sih?..ngaco ah.”

Alya : “o.iya Nay, kemarin si Davon nitip salam buat kamu.”

Naylla : “Davon? Siapa sih, kok aku nggak tahu yah.”

Alya : “Ya ampun, naylla. Itu loh yang ikut Duta wisata, masa nggak tahu!”

Nasha yang sudah menyelesaikan tugasnya, segera bergabung dengan mereka.

Nasha : “ehm…ehm..lagi pada ngomongin apa nih?”

Semua pembicaraan terhenti.

Nasha : “loh..kok pada diem sih?”

Naylla : “nggak tahu nih sha, lagi pada ngrumpi sendiri-sendiri.”

Cindy : “ceilahhh..bok, lagi ngomongin si nay ama si rico.”

Alya ; “bukan bukan, si nay ama kak Davon.”

Naylla : “ihh..apaan sih, aku nggak tahu juga.” ( tersipu malu )

Nasha : “emangnya..kamu suka sama kak Davon, nay?”

Alya : “biar aku yang ngomong, gini loh kemarin kak Davon nitip salam saying buat Naylla, pastinya kan dia suka sama naylla, iya nggak?”

Nasha : “Nggak juga kali, kak Davon kan emang kaya gitu, suka ngasih-ngasih salam.’

Cindy : “tapi kalau dia beneran suka, nggak papa kan.”

Pulang sekolah mereka masih berada di kelas, untuk merapikan kelas.

Cindy : “ o..ya nay, matematika bab 3 aku belum begitu paham paham banget, ntar sore aku ke rumah kamu yah kita belajar bareng?”

Alya : “aku juga ikut dunk.”

Naylla : “ehmm…Nasha juga kan?”

Nasha : “nggak! Ntar sore aku ada acara.”

Naylla : “ya udah nggak papa.”

Cindy : “ya udah pulang yuk nay.”

……………………………………………..xxxxxxxxxxxxxxxx…………………………..

Sesampai di rumah Nasha langsung merebahkan diri di kamar tidurnya, ia melempar semua buku dan tasnya ke lantai.

Nasha : “ kenapa sih selalu Naylla, Naylla, dan Naylla mereka nggak pernah memberi kesempatan sama aku untuk membuktikan siapa yang lebih pintar. Emangnya naylla itu siapa? Bidadari ? Argghhhhhhhhhhhh”.

Mama : (datang membawa minuman). “ya ampun Nasha berantakan begini, ada apa sayang?”

Nasha : “ nggak papa kok mam, Cuma capek aja.”

Mama : “ ya udah, kamu tidur aja yah.”

Nasha : “ iya mam.”

Esok hari, palajaran sastra Indonesia. Mereka diberi tugas untuk membuat puisi dengan tema remaja. Dan guru akan masuk beberapa menit kemudian. Dalam presentasi ini naylla yang mendapat nilai tertinggi denan puisinya yang berjudul Cinta bukan semata cinta. Apalagi setelah itu, Davin menyatakan bahwa ia benar-benar menyukai naylla. Hal ini membuat nasha menjadi semakin kesal terhadap naylla. Dia berniat untuk menjauhi Naylla.

Cindy : “nay, kok cemberut aja sih. Padahal kan baru jadian?”

Naylla : “jadian? Nggak kok, aku belum bilang apa-apa.”

Cindy : “terus kenapa?”

Naylla : “kamu ngerasain nggak, kalau akhir-akhir ini nasha ngejauhin aku?”

Cindy : “Nggak tuh, tapi ya emang agak dingin gitu deh.”

Naylla : “ aku nggak tahu, aku punya salah apa sama dia, dia diemin aku.”

Cindy : “udah deh, itu Cuma perasaan kamu aja, nasha kan emang kaya gituh dari dulu.”

Setelah selesai istirahat Pak adit, membagikan ulangan matematika kemarin. Dan nilai tertinggi 100 diraih oleh Nasha.

Cindy : “ masa sih Nay kamu nggak dapat nilai 100?”

Naylla : “Nggak, emang kenapa? Wajar aja kan.”

Cindy : “ya nggak wajar lah, kamu kan juara kelas.”

Alya : “mungkin nay lagi kurang konsen aja kali.”

Nasha : “kurang konsen atau emang nggak bisa? Terus buat apa kalian bertiga belajar kelompok?”

Naylla : “iya sha, aku akui emang aku nggak lebih pintar dari kamu.” ( naylla tersenyum)

Nasha : “ kalau udah ngerasa bodoh, belajar donk. Jangan pacaran melulu!”

Naylla : “sha, aku tuh nggak pacaran.”

Nasha : “ terus, kamu ngapain sama davon?belajar hah!”

Naylla : “aku nggak ngapa-ngapain, aku juga blum bilang apa-apa sama dia, aku masih belum boleh pacaran, sha.”

Nasha : “bagus donk, belajar yang rajin ya!” (meninggalkan ruangan)

Sejak saat itu Nasha menjadi anak pendendam, ia tidak suka Naylla mendapatkan nilai yang lebih baik darinya. Ia menganggap naylla sebagai saingan. Dan bergabung dengan gank-gank sekolah.

Friday, 13 March 2009

bertahan

ketika kulihat malam
perasaan takut mencekam
kuharap masih mampu
menatap mentari pagi
memandang birunya lazuardi
mendengar kicauan merdu
sang penyanyi alam
tapi,
malam kian meredup
sinar rembulan pun menghilang
berjuta rasa berkalut didada
masih sanggupkah aku bertahan?

Monday, 23 February 2009

enggan


seputik kasih semu
hinggap merayap dalam kelabu
mengharap sebongkah cinta darimu
detik-detik kian berlalu
kau duduk termenung didepanku
terdiam dan membisu
urungkan tuk ungkapkan
sejuta kata yang telah terpendam

ku tak tahu,
apa yang sedang terjadi padamu
enggankah?
kau enggan menyapaku

sejak ku buat segores kesalahan waktu itu
kau tetap begitu
tak dapat maafkan aku?
enggankah?

Friday, 20 February 2009

diantara aku dan dia

matahari tengah bersinar dengan panasnya, membuat prinzea mengusap keringat didahinya dengan sapu tangannya. suasana bus yang dipenuhi orang membuatudara terasa panas. Prinzea hanya terdiam memandana panorama jalanan. Tiba-tiba seseorang laki-laki duduk disampingnya. dan tersenyum manis padanya.
" baru pulang dek?"
"emm..." jawab prinzea
suasana kembali hening seperti semula, hanya dipenuhi hawa panas yang makin membara. sesekali mereka berdua saling melirik namun hanya sekejap dan berlalu.
"sekolah dimana dek?" kata laki-laki itu memecah kesunyian
"SMAN Fortuna"
"ooo...sepupuku juga ada yang sekolah disana"
"oh, boleh tahu siapa namanya kak?"
"aldino"
"ow..aldi, aku juga kenal dia. kebetulan kita sekelas waktu masih kelas XI"

(bersambung)